Nusa Bali Tour Travel

Nusapenida Paket tour dan layanan jasa transportasi wisata, akomodasi, konsumsi, infomasi, transfer ke lombok, transfer ke bali, dengan pelayanan yang aman dan nyaman.

Friday, July 5, 2013

Berkunjung ke Nusa Penida
sebelum melakukan perjalanan, silahkan dapatkan infonya
di web Nusa Penida Transport di bawah ini.

untuk terhubung ke wb ini silahkan klik di bawah ini
NUSA PENIDA TRANSPORT

 

Harga Spot Tours Nusa Penida yang ditawarkan oleh salah satu

Group Angkutan darat di Nusa Penida

 

Menaikkan Traffic Dengan Sistem MLM

Mau tahu Cara cepat update PageRank di Google? Makanya jangan pernah menganggap remeh penyebaran produk dengan pemasaran sistem Multi Level Marketing . Dalam postingan kali ini saya mau mencoba mengajak kalian semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

Caranya gampang kok, yang perlu sobat lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kalian.


  1. Kata Mutiara
  2. Sahabat Pena
  3. Pintu Taubat
  4. Babul Fatah
  5. Cinta Rosul
  6. Satrio Piningit
  7. Free Backlink
  8. Free Banner
  9. Backlink Gratis 
  10.  Babad Nusa Penida Menggugat

Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, sobat harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link sobat sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:


Ketika posisi anda 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125


Dan semuanya menggunakan kata kunci yang anda inginkan. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline lalu mengklik link Anda itu, maka anda juga akan mendapatkan traffic tambahan.

Nah,  Silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link web anda di posisi 10. Ingat, Anda harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika anda tiba2 di posisi 1, maka link anda akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Selamat Mencoba....

Thursday, July 4, 2013

Inilah beberapa obyek wisata yang layak anda kunjungi di Nusa Penida
Kami selalu siap dengan beberapa armada yang kami miliki untuk mengantar anda bersenang-senang di pulau Nusa Penida. Tiada jalan di Nusa Penida yang luput dari roda kendaraan kami, kami sangat paham akan kondisi dan situasi Nusa Penida, sedari Nusa Penida belum disentuh aspal kami telah jelajahi pulau ini dengan kendaraan tua. Sehingga sampai saat ini kami sedikitpun tak pernah merasa kesulitan untuk mengantar pengunjung menuju obyek yang dituju. Berikut ini kami sajikan untuk anda beberapa obyek yang ada di Nusa penida.


Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Angel's Billabong
Angel's Billabong

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Banah Clift
Banah Clift

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Atuh Beach
Atuh Beach

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Crystal bay Beach
Crystal bay Beach

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Gamat Bay Spot Snorkeling
Gamat Bay

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Pohon Cinta di Kelingking Clift
Pohon Cinta di Kelingking Clift

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Pasih Uug/Broken Beach
Pasih Uug/Broken Beach

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida Pasih Uug Broken Beach
Pasih Uug/Broken Beach

Spot Kunjungan Paket Tour Nusa Penida Kelingking Clift
Kelingking Clift

Spot kunjungan Paket Tour Nusa Penida
Atuh Raja Lima/Molenteng

Inilah beberapa informasi spot snorkeling di Nusapenida.

Untuk kunjungan satu hari langsung balik ke Sanur atau Denpasar sekitarnya, kami rekomendasikan untuk memilih beberapa spot seperti berikut ini.
snorkeling, crystalbay beach, nusapenida, paket tour nusapenida.


1. Manta point.
2. Buddha Tample.
3. Crystalbay 
4. Gamat bay.
5. SD point
6. Toyapakeh point.


Saturday, June 29, 2013

BNPM: MANGKU TUDE GEMBRONG



Gambar




BIAS MENTIG


Gambar ini terdapat didalam areal Pura Taman Bias Mentig, yang merup[akan cikal bakal nama Pura Dhang Kayangan Dalem Bias Mentig di Desa Pakraman Nyuh Kukuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kab. Klungkung. Prov. Bali. Indonesia.

Keterangan singkat Gambar

Gambar ini merupakan halaman utama Pura Taman Bias Mentig. Keberadaan Pura ini hanya beberapa meter dari Pura Dalem Bias Mentig, Pura Taman Bias Mentig ini juga merupakan kesatuan dari Pura utamanya yaitu Pura Dalem Bias Mentig. Didalam gambar terlihat sebidang tanah yang ditumbuhi oleh rumput – rumput kering ( karena saat di poto musim kemarau ) dan di kelilingi kain yang berwarna hitam. Tanah tersebut materialnya kebanyakan dari pasir, (pasir Bhs Bali Bias ) Sampai saat ini pasir tersebut masih kelihatan lebih tinggi dari tanah areal Pura, ketinggian pasir tersebut kurang lebih 1 meter sepanjang kurang lebih 25 meter berbentuk L. ujung L yang di bawah mengarah ke barat daya, dan ujung L yang satunya mengarah ke timur laut. Jika kita lihat dari dataran areal Pura, pasir ini seolah – olah timbul membumbung dari perut bumi, Timbul ( Bhs Bali Mentig ). Sebelum di areal pasir ini di bangun sebuah Pura Taman, Ada seorang warga yang mejadi penggarap tanah pelaba Pura ( Pelaba = sisa dari sebidang tanah yang dipergunakan pekarangan Pura inti ) warga penggarap tersebut bercocok tanam di atas pasir timbul tersebut sembari berusaha meratakannya setiap kali dia bekerja, namun pasir tersebut tidak pernah mampu dirataknnya, sehingga sampai saat ini pasir tersebut semakin tinggi dan memanjang jika dibandingkan pada awal pembangunan Pura Taman tersebut. Pondasi tembok panyengker yang di barat daya kini telah terkubur, dan tembok panyengker yang di timur laut kini telah pecah. Demikian sekilas tentang Pura Taman Bias Mentig di desa Pakraman Nyuh Kukuh. informasi selanjutnya akan menyusul. (MTG)

A brief description Picture

This image is contained within the area of ​​Taman Bias Mentig, which merup [embryo will dhang Kayangan name Pura Dalem Mentig Bias in the village of Nyuh Pakraman Steady, Ped village, District Nusa Penida, Kab. Klungkung. Prov. Bali. Indonesia.
A brief description Picture
This image is the main page Taman Mentig Bias. The existence of this temple is only a few meters from the Pura Dalem Mentig Bias, Bias Mentig Taman is also an integral part of the main temple of Pura Dalem Mentig Bias. In the picture looks a piece of land covered with grass – hay (as in the photograph as the dry season) and surrounded the black fabric. The land is mostly material from the sand, (sand Bhs Bali Bias) Until now the sand is still perceived to be higher than the land area of ​​temples, sand height of approximately 1 meter along the approximately 25 meter L-shaped ends under the L leads to the southwest, and the other end of L leads to the northeast. If we look from the plains arela temple, sand seola – though rising from the ground arise, Arise (Bhs Bali Mentig). Before the sand in the area is built a temple garden, There’s a land-becoming citizens pelaba Pura (Pelaba = remainder of a parcel of land that is used yard Pura core) resident tenants are fished above the sand arise while trying to flatten each time he works , but the sand was never able dirataknnya, so until now the sand is getting higher and elongated compared to the beginning of construction of the temple garden. Panyengker the foundation wall in the southwest now been buried, and the walls are in the northeast panyengker now been broken. Similarly, a glimpse of the Pura Taman Mentig Bias in the village of Nyuh Pakraman Strong. further information will follow. (MTG)

Friday, June 28, 2013

Pura Segara Penida

Pura Penida yang termuat dalam Babad Nusa Penida fersi Dukuh Jumpungan, Berada di tepi pantai sebuah teluk di bagian barat Pulau Nusa Penida, teluk ini menurutr penulis juga lumayan indah pemandangannya karena tepat di mulut teluk ini terdapat sebuah pulau kecil atau gili kecil yang disebut Batu Mejineng, dan sebagai beground gili kecil ini yaitu Pulau Nusa Ceningan. Keberadaan Pura Penida ini tepatnya di Banjar PenidaDesa Sakti Kecamatan Nusa Penida kabupaten Klungkung Prov Bali Indonesia. Pura Penida ini diempon atau dipertanggung jawabkan pisik maupun non pisiknya oleh warga masyarakat Desa Sakti secara keseluruhan dan warga masyarakat beberapa Banjar Desa Bunga Mekar yang merupakan sebuah Desa yang tidak terlalu tua umurnya karena keberadaannya merupakan hasil pemekaran dari Desa Sakti.

Pada umunya di Nusa Penida, setiap Pura yang berdirinya di dekat pantai selalu Pura tersebut di namakan Pura Segara, tidak terkecuali Pura Penida juga di kenal dengan nama Pura Segara Penida. Demikian juga Pura – pura lainnya, apakah itu Pura Dhang Khayangan, Pura Desa, bahkan Pura – pura kecil atau tempat penyiwian juga tidak luput dari sebutan Pura Segara. Sehingga hal ini menurut penulis perlu kiranya dibenahi khususnya pemahaman terhadap nama – nama Pura agar disesuaikan dengan Fungsinya, karena jika hal ini dibiarkan tidak tertutup kemungkinan generasi berikutnya akan mewarisi kebingungan, jika dalam hal menyembah manifestasi Ida Sanghyang Widhi saja anak cucu kita kebingungan, apalagi dalam hal mencari makan untuk menyambung hidup ini? Sekecil apapun yang namanya kekeliruan hal tersebut tetap mempunyai dampak yang negative terhadap diri seseorang yang memiliki paham tersebut maupun terhadap lingkungan di mana Pura itu berada.  Hal yang negative yang bisa terjadi pada diri seseorang yang mempertahankan paham yang keliru, yaitu semakin butanya hati dan pikiran untuk mencari dan mendapat hal – hal benar sehingga apa yang didengar dari orang lain yang dipercaya, yang didengar itulah dipertahankannya walau nyata – nyata hal itu adalah keliru. jika kekeliruan ini dipertahankan bukankah lambat laun akan menjadi budaya di lingkungan di mana pura itu berada? jika jawabnya ya, betulkah budaya tersebut akan menjadi Budaya Yang Keliru? Jika jawabnya juga ya, itu berarti kita akan memiliki generasi yang keliru dan lingkungan yang keliru. Apakah ini kita biarkan? tanyalah diri kita masing2 dan jawablah dengan kata hati!!!

Pura Penida dibangun oleh Ki Dukuh Jumpungan setelah beliau selesai membuat loloan atau kali yang ada di Banjar Penida, demikianlah beberapa kalimat yang termuat dalam babad Dukuh Jumpungan yang juga di Nusa Penida terkenal dengan sebutan Babad I Renggan. Dan di sekitar Pura lah Ida Ki Dukuh Jumpungan menginjakan kakinya yang pertama di Pulau Nusa Penida. Serta menetap di pinggir pantai dan di pinggir sungai (loloan) Penida, Untuk status Pura Segara Penida, penulis belum berani untuk meng informasikannya, tapi jika melihat ceritra yang ada dalam Babad Dukuh Jumpungan, status pura ini sangatlah jelas yaitu Dhang Khayangan, namun jika kita melihat dari sudut pandang nama Pura ini, cendrung Pura Segara Penida ini merupakan Pura Swegina, yaitu sebuah Pura tempat para nelayan, atau para pengusaha, yang bergerak di laut untuk meng agungkan nama Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasiNya sebagai Ida Bhatara Baruna, serta tempat untuk mewujudkan rasa bhakti dan terima kasih para nelayan atau lainnya yang berkaitan dengan laut kepada beliau Bhatara Baruna. Hal inilah yang penulis maksud untuk dibenahi, agar pura – pura yang ada khususnya di Nusa Penida, agar jangan nantinya kekeliruan semakin menggunung. selain Pura Segara Penida yang penulis maksud, masih banyak pura – pura segara lainnya yang penulis rasa tidak sesuai dengan namanya jika penulis melihatnya melalui Babad Dukuh Jumpungan. Termasuk banyak Pura Segara yang di empon oleh sebuah Banjar atau Desa Pakraman di Nusa Penida. Bila saja kalimat SEGARA tersebut yang melekat pada nama pura tersebut hanyalah sebagai nama, dengan alasan bahwa pura tersebut berada dekat dengan pantai, penulis tidak terlalu risih atau mempermasalahkannya, tapi bila nama SEGARA tersebut yang artinya memang seperti PURA SEGARA swagina, inilah yang penulis maksud bahwa sebuah desa pakraman atau banjar pakraman tidaklah lajim mengempon Pura Segara bila kita mengacu pada tujuan sastra  yang menyatakan bahwa Desa Pakraman ini yang ada di Bali ini di tata oleh Ida Rsi Markandya, hanya dengan tiga dasar pemikiran, yaitu Parahyangan, Pawongan,Palemahan, sungguh sangat sederhana dasar tersebut jika kita menghitung jumlahnya, namun makna serta tujuan tiga dasar tersebut sangatlah luas dan luluh menyatu menjiwai  dalam segala hal di dunia ini. Tanpa dijiwai oleh tiga hal tersebut, sedikit kemungkinan kehidupan akan terjadi di dunia ini. Boleh jadi nama Segara tersebut kita warisi dari nenek moyang kita, namun jika hal tersebut bertentangan dengan sastra yang ada yang juga merupakan asal muasal terciptanya dunia, kenapa tidak kita benahi ? Kenapa kita harus takut untuk membenahi kearah yang lebih positif? dan kenapa kita harus mempertahankan yang keliru? sementara kita sebagai umat yang memeluk agama hindu sudah sangat jelas dasar atau pijakan kita dalam menata lingkungan ini. Dan penulis sangat bersyukur telah terlahirkan ke dunia ini dari rahim seorang manusia yang ber agama hindu, penulispun merasa pisik ini walau mampu hidup selama seribu tahun lamanya takan ada artinya di dunia ini setelah pisik ini ditinggal oleh penghuninya yang maha mulya, hanya pemikiran yang benar, bicara yang benar, dan perbuatan yang benar, yang tidak akan terjamah oleh kelapukan, kematian, kehancuran, dan itulah yang ingin penulis wariskan pada anak cucu kita kelak.

Jika memang nama Segara tersebut kita mendapat dari warisan nenek moyang kita terdahulu, salahkah keturunannya melestarikannya dan memebenahinya menuju arah dan fungsi yang sebenarnya? Jika saja jawabnya ya, tentu akan timbul pertanyaan lain lagi, yaitu: apa yang mendasari pemikiran seseorang yang menjawab ya tersebut? Nah demikianlah para pengunjung yang penulis hormati, secuil rangkaian hurup yang merupakan ungkapan dari apa yang dilihat dan dialami oleh penulis termasuk juga yang terjadi di Desa Pakraman Penulis sendiri. Sampai disini dulu penulis temani para pengunjung, mudah – mudahan kita selalu dalam lindungan Ida Sanghyang Widhi Wasa, sehingga kita dapat jumpa lagi walau hanya lewat media  dunia maya ini. Terima Kasih.
Untuk Informasi tentang fisik Pura Segara Penida, penulis akan berusaha untuk mendapat Gambarnya dan segera akan penulis aploud di blog ini. Terima kasih atas kunjungan anda.



BNPM: MANGKU TUDE GEMBRONG

Monday, June 24, 2013

Paket Tour Nusa Penida
Pasih Uwug/Laut Rusak

Pasih Uwug satu-satunya obyek wisata yang berada di Nusa Penida, selain keberadaan pasih uwug itu sendiri yang sangat menarik untuk dilihat, pemandangan sekeliling nyapun tak kalah menarik untuk dijadikan obat pelipur saat ada kegalauwan menyelimuti hati, hamparan buih putih yang diterpa angin semilir dikala senja sungguh menakjubkan yang disuguhkan oleh ombak-ombak kecil di samudra yang luas. Sejauh mata memandang sejauh itu pula keindahan-keindahan ombak yang saling berkejaran disuguhkan oleh laut biru walau terkadang berkelip bayangan hotel-hotel yang ada di Nusa Dua Bali. 

Pada saat malam akan memperkosa siang, pemandangan matahari terbenam yang selalu tanpa henti setiap harinya menemani posisi pasih uwug. Tatkala hari telah malam, keheningan seputar pasih uwug semakin menambah kesakralan keberadaannya yang konon pasih uwug ini terbentuk dari ulah manusia yang tinggal diseputarnya. 

Apalagi dekat pasih uwug ini terdapat tiga telaga kecil yang masing-masing mempnyai daya tarik tersendiri, sehingga sangat terasa energi yang kuat terpancar membentengi lokasi ini. Menurut legenda atau cerita rakyat yang singkat tentang terbentuknya pasih uwug ini bermula dari salah satu keluarga yang bermukim tepat diatas yang belum terbentuk lubang besar menganga. Seputar pasih uwug ini dihuni oleh beberapa keluarga petani, tempat tinggalnyapun terpencar,  selain yang tinggal diatas tanah yang dulunya sebelum terjadi proses lubang ada yang tinggal ditepi tebing bahkan di seberang tebing yaitu tepatnya di atas batu yang ada di seberang, konon dulunya menjadi satu daratan dengan posisi lubang besar sekarang ini. 

Awal kisah terjadinya pasih uwug bermula dari Pak Tani yang hendak menanam jagung. Menanam jagung di Nusa Penida pada umumnya mempergunakan alat yang berupa kayu yang ber ujung lancip untuk membuat lubang kecil ditanah yang akan di tanamijagung. 

Saat Pak Tani membuat alat tersebut ( penyugjugan) kayu yang telah diperoleh dari hutan seputaran pasih uwug ini lalu dilancipkan menggunakan parang yang dibawah pohon besar dan berlanskan akar pohon tersebut. Namun hal aneh yang terjadi saat parang Pak Tani mengenai akar pohon tersebut, akar pohon yang terkena parang Pak Tani terluka dan mengeluarkan darah. 

Dengan adanya darah yang keluar dari akar pohon tersebut membuat Pak Tani semakin penasaran untuk lebih tahu seraya memberitahu tetangga dan teman- temannya. Datanglah rame-rame orang-orang yang tinggal diseputar pasih uwug ketempat akar yang berdarah. 

Dan tanpa berpikir panjang akar pohon tersebut dipotong-potong lalu dibagikannya pada semua warga pasih uwug untuk dimasak dan dimakan. Setelah malam tiba, kebetulan malam itu malam menjelang bulan purnama, berkumpulah sebagian besar warga pasih uwug dipelataran rumah Pak Tani yang menemukan akar berdarah tersebut sembari menceritakan betapa enaknya akar kayu yang berdarah itu. 

Tidak berapa lama datanglah seorang Pak Tua yang sudah renta dan kumal yang tak dikenal oleh siapapun yang ada diseputaran pasih uwug. Pak Tua pun segera memberikan nasehat pada semua yang ada di pelataran rumah Pak Tani, untuk kedepannya jangan lagi berbuat seperti siang tadi sembarangan memotong dan membagi-bagi daging sapi milik orang lain. Sebagian warga yang hadir dengan suara yang keras membentak PakTua dan tidak terima atas nasehatnya yang juga secara tidak langsung mengatakan warga mencuri sapi. 

Dengan demikian untuk menguji kebenaran warga bahwa dirinya tidak mencuri sapi seperti yang dituduhkan oleh Pak Tua. Pak Tua lalu mengeluarkan sebatang lidi daun kelapa dan langsung menancapkannya ketanah, setelah lidi tertancap di tanah Pak Tua berkata, “Hai orang-orang yang ada disini, barang siapa yang mampu mencabut lidi ini dan lidi ini mampu tercabut olehnya, itu menandakan bahwa orang-orang disini memang jujur dan tidak benar mencuri sapiku” Setelah Pak Tua selesai berkata demikian, saling berebut orang-orang yang hadir ingin mencabut lidi tersebut, sehingga tak satupun orang yang mampu mencabut lidi tersebut. 

Karena tak ada yang mampu mencabut lalu Pak Tua berkata lagi. “ Nah karena kalian tidak mampu mencabut lidiku maka itu artinya kalian sudah tidak jujur lagi pada diri kalian semua dan lihatlah sekarang aku akan mencabut lidi ini. Pak Tua dengan segera mencabut lidi yang ditancapkanya ditanah, setelah lidi tercabut keluarlah air dengan sangat cepat dari tanah bekas lidi menancap, air keluar dengan kecepatan yang tak terpikirkan, air lautpun bergejolak keras disebelah barat pasih uwug sehingga banyak menghancurkan daratan dan rumah penduduk yang ada, lubang besarpun timbul dengan sangat cepat sehingga rumah yang ada di seputaran lidi tertancap hilang dengan seketika bagaikan ditelan bumi. 

Pak Tua hilang tanpa bekas, orang-orang seputaran pasih uwugpun juga ikut hilang diterjang air dan ombak gejolak air laut.
Paket Tour Nusa Penida
Demikianlah sekelumit cerita rakyat yang beredar di Nusa Penida bagian barat, sehingga tempat itu dinamakan Pasih Uwug atau Laut Rusak, sebagai bukti bahwa tempat ini pernah dihuni penduduk, di bongkahan batu karang besar yang ada di seberang barat lubang besar pasih uwug beberapa tahun yang telah lalu sekitar tahun 1982 sd 1985 penulis melihat diatas bongkahan batu karang besar tersebut masih berdiri sebuah tiang rumah (jineng) yaitu rumah yang selalu ditempatkan ditengah-tengah pekarangan sebagai tempat menyimpan hasil panen. Namun terakhir penulis datang di pasih uwug tiang rumah tersebut telah menghilang, mungkin karena termakan usia atau mungkin pula karena ulah manusia.

Ok pengunjung yang terhormat, sampai disini dulu penulis menyambung lidah tetua penulis untuk selalu diingat dan dipetik hikmahnya khususnya kejujuran untuk diri sendiri sangat diperlukan dalam menjalani hidup ini untuk landasan perjalanan menuju ujung kehidupan. Terima kasih atas kunjungannya sampai jumpa lagi disecuil cerita lainnya. (((((((((MTG)))))))))